Selasa, 19 November 2013

Tilanga', Tana Toraja

Kalau dengar namanya pasti bingung apa sih objek wisata Tilanga', dimana tempatnya dan ada apa disana,,?? pasti banyak yang bertanya-tanyakan. Nah, mari saya ceritakan pengalaman perjalanan saya disana,, cek this out....


Tilanga' merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Tana Tojara, Sulawesi Selatan. Tilanga' adalah sebuah kolam alami dimana airnya sangat jernih. Daerah ini masih memiliki kearifan lokal yang sangat kuat alias dikeramatkan sehingga dengan kearifan lokal yang kuat, alam-pun terjaga.



Obyek wista Tilanga' (dok. Umi, 2013)

Keunikan tempat ini adalah terdapat belut berkuping/moa/masapi. Masyarakat Toraja sering menyebutnya dengan masapi. Sebenarnya, belut berkuping tersebut adalah sidat (Anguilla sp.). Sidat memiliki empat buah sirip, yaitu sirip punggung (dorsalis), sirip ekor (caudalis), sirip dubur (analis) dan sirip dada (pectoralis). Sirip dada pada sidat terletak di belakang tutup insang. Hal inilah yang mendasari orang mengatakan bahwa sidat memiliki telinga. Sepintas sidat mirip dengan belut, akan tetapi yang membedakan adalah permukaan sidat lebih kasar karena memiliki sisik yang kasat mata.  


Masapi (dok. Happy, 2013)

Moa/masapi biasanya bersembunyi  di celah bebatuan. Maklum daerah ini merupakan daerah karst dengan banyak rongga/celah sehingga memungkinkan moa untuk bersembunyi di tempat tersebut. Biasanya, untuk melihat moa digunakanlah telur untuk memancingnya keluar. Kita tidak perlu melakukannya sendiri, akan tetapi anak-anak di kawasan tersebut akan membantu para pengunjung untuk bisa melihat moa. Telur yang digunakan adalah telur bebek yang masih mentah. Kita tidak perlu membawanya dari rumah sebab ditempat wisata tersebu,t kita dapat membelinya disana. 



Telur yang digunakan untuk memancing masapi keluar (dok. Happy, 2013)

Belum pasti juga setiap pengunjung dapat melihat moa tersebut. Jika mereka (si moa) sudah kenyang walaupun dipancing dengan telur mereka tetap tidak akan kelur dari persembunyiannya. Jadi, hal tersebut menimbulkan mitos bahwa orang-orang yang beruntunglah yang dapat melihat moa tersebut. Untuk menjaga kelestarian moa, daya dukung lingkunggan di dalam kolam harus terjaga. Maka dari itu, di sini dilarang keras untuk mandi atau mencuci menggunakan detergen dan shampo.

Jadi,, buat teman-temen/backpaker/traveller yang penasaran silahkan langsung menuju kesana. Ingat, untuk menuju ke obyek wisatanya sangat jauh dari jalan poros jadi disarankan menggunakan motor/ojek dan tidak ada angkutan umum.


SELAMAT MENCOBA DAN MENIKMATI DISETIAP PERJALANANNYA...
CINTAI, RAWAT DAN JAGA ALAM INDONESIA.........



Tidak ada komentar:

Posting Komentar